kolam-renang-rooftop-aquarius-hotel

Itinerary 4 Hari Mengelilingi Kota Phnom Penh Yang Menarik

Pada artikel itinerary Kami sebelumnya, Kami sudah berencana akan mengunjungi 3 kota di Kamboja yaitu Phnom Penh – Siem Reap – Sihanoukville. Perjalanan ini memakan waktu 12 hari dengan kota tujuan awal Kami Phnom Penh dan tujuan akhir adalah di Sihanoukville.

Untuk artikel kali ini Kami hanya akan membahas mengenai perjalanan mengelilingi kota Phnom penh kamboja yang Kami lakukan. Untuk kota lainnya tentu saja akan Kami bahas di artikel terpisah selanjutnya yang bisa kalian baca nantinya.

Saya sendiri sudah sempat mengelilingi kota Phnom Penh Kamboja sebelumnya meskipun tidak semuanya bersama keluarga di artikel sebelumnya. Namun pada kali ini Saya akan berpergian dengan Teman Hidup Saya (Partner in Crime).

Artikel Menarik Kami yang lainnya:

Perjalanan yang Kami tetapkan kurang lebih 4 hari untuk setiap kota yang akan Kami telusuri. Untuk hotel sendiri Kami sudah memesan beberapa hotel yang berbeda untuk dicoba karena Kami memang berniat tidak berdiam hanya di 1 hotel saja.

Dengan begitu Kami juga bisa memberikan review kepada Kalian yang mungkin ada manfaatnya. Semua artikel yang Kami tulis disini murni merupakan dari pengalaman Kami dan murni dengan biaya pribadi tentunya juga.

4 Hotel Pilihan Kami Di Phnom Penh

Ada banyak sekali hotel dan atau hostel yang bisa Kalian pilih dan disesuaikan dengan budget Kalian di Phnom Penh. Namun Kami memasang budget sekitar Rp 250.000 – Rp 700.000 untuk setiap malamnya. Dari sekian banyak hotel, maka Kami memutuskan untuk memilih 4 diantaranya yakni sebagai berikut :

1. Aquarius Hotel & Urban Resort

Interior hotel yang satu ini dari begitu menginjakkan kaki begitu menarik dan memang bisa membuat jatuh cinta seketika. Di sepanjang lorong kamar hotel banyak tergantung lukisan asli mengenai Kota Kamboja, dimana Kalian bisa membelinya pulang jika memang tertarik.

Lalu hotel ini juga menyediakan fasilitas Rooftop Swimming Pool yang unik dengan view langsung Kota Phnom Penh serta menyediakan All You Can Eat Buffet Breakfast.

SunRise Di Rooftop Swimming Pool Aquarius Hotel

Tentunya hotel yang satu ini termasuk salah satu hotel yang menarik dicoba ketika datang mengunjungi Phnom Penh. Untuk menginap per malamnya dikenakan biaya Rp 586.000.

Rating Aquarius Hotel & Urban Resort :  8.5 / 10

2. Lavanya Boutique Hotel

Hotel yang satu ini terletak di pusat kota karena sangat dekat dengan CENTRAL MARKET,hanya berjarak kurang lebih 100 M. Untuk hotel ini termasuk affordable dengan biaya per malamnya hanya Rp 378.000 saja sudah termasuk breakfast.

Di bagian bawah hotel terdapat coffee shop dan meskipun tidak besar atau luas, namun hotel ini tetap memiliki lift dan kamar tidur yang berukuran lapang.

Swimming Pool Lavanya Boutique Hotel

Rating Lavanya Boutique Hotel : 7.5 / 10

3. Naki Suites @ Silvertown

Hotel yang satu ini lebih dikategorikan sebagai hotel apartment, sehingga di dalamnya memang ada ruang tamu serta dapur dan meja makan. Kami pun mencoba untuk menginap satu malam disini dengan harga Rp 686.000.

Rooftop Swimming Pool Naki Suites

Untuk harga segitu Kalian akan mendapatkan All You Can Eat Buffet Breakfast serta pemandangan yang begitu indah dari Rooftop Swimming Pool. Harus Kami akui untuk harga segitu Kami kecewa dengan breakfast yang disediakan.

GYM Time 🙂

Bahkan bisa dibilang kalah kualitasnya dengan breakfast di hotel lebih murah lainnya yang sudah Kami coba. Tetapi Kami tetap memberikan nilai lebih karena Naki Suites menyediakan fasilitas gym fitness.

Rating Naki Suites @ Silvertown : 7.5 / 10

4. Mito Hotel

Untuk menginap di Hotel Mito hanya dibutuhkan biaya Rp 262.000 per malamnya yang sudah termasuk breakfast. Sebenarnya interior loungenya tergolong unik tapi pas berada di lorong hotel baru terlihat kalau lantainya hanya ditempeli dengan sejenis parket kayu berkualitas murahan.

Kami kira hanya di lorong kamar hotel saja berlantai kayu berwarna gelap imitasi, namun ternyata lantai kamar juga menggunakan material yang sama. Yang mengganggu bukan karena merupakan tempelan kayu imitasi. Yang menjadi masalah adalah tempelannya yang di bagian ujung-ujungnya sudah tidak menempel erat di lantai.

Jadi menimbulkan kesan tidak enak dilihat dan tidak enak dirasakan melewatinya. Kemudian nilai kurangnya juga ada di lokasi Mito Hotel yang agak rawan jambret dan copet. Di depan hotel bahkan sudah jelas terpampang notice mengenai perihal ini untuk tidak cuek terhadap bawaan pribadi di daerah sekitar hotel.

Rating Mito Hotel : 7.0 / 10

Waktu Terbaik Mengelilingi Kota Phnom Penh Kamboja?

Waktu terbaik Untuk mengunjungi Kamboja adalah di bulan November – Mei. Namun karena Kami berpergian pada bulan Juli kemarin maka tidak heran Kami diguyur hujan beberapa kali. Namun hal itu tidak membuat Kami merasa menyesal sudah mengelilingi Kamboja.

Baca juga artikel Kami lainnya :

Di Kamboja sendiri memang suhunya bisa mencapai 43 C ketika sedang musim kemarau. Sehingga pastikan menggunakan sunscreen / sunblock dan memakai luaran karena sangat beresiko meningkatkan terkena kanker kulit.

Sudah sebaiknya Kalian untuk selalu mengecek cuaca di negara destinasi agar bisa mempersiapkan hal yang sekiranya akan dibutuhkan.

Day 1 : Aquarius Hotel – AEON Mall Sen Sok City – Burgershack

Demi kenyamanan Kalian selama mengelilingi kota Phnom Penh Kamboja maka pastikan menukarkan mata uang Rupiah ke dalam mata uang Dolar Amerika. Karena di Kamboja menggunakan 2 mata uang yakni Riel Kamboja dan juga Dolar Amerika. Di Kamboja 1 Dolar Amerika setara 4.000 – 4.100 Riel Kamboja, tergantung lokasi Kalian di kota atau di pinggiran kota.

Beberapa hotel memang menerapkan check in pukul 2 siang. Namun tidak perlu khawatir karena Kalian bisa menitipkan barang di resepsionis. Sehingga Kalian tidak akan membuang waktu hanya untuk menunggu check in saja. Hal itulah yang Kami lakukan agar tidak membuang waktu Kami pada hari pertama di Phnom Penh.

Tujuan Kami di hari pertama ini tidaklah ingin terlalu lelah, jadi Kami hanya mendatangi AEON Mall Sen Sok City untuk mencari makan siang. Meskipun di Indonesia juga ada banyak mall tapi tentu tidak lengkap juga jika belum mendatangi mall di negara lain.

Untuk transportasi selama di Kamboja Kami menggunakan aplikasi GRAB (bisa memilih Tuktuk, Bajaj atau Mobil)karena memang lebih mudah, praktis dan pastinya lebih hemat.

Setelah lelah mengelilingi mall maka Kami tentunya bergegas pulang dan mencoba melihat sunset langsung dari Aquarius Hotel & Urban Resort yang menyediakan rooftop swimming pool.

Yup, kolam renang yang unik dan juga view yang disajikan hotel ini memang sangat menarik dan mungkin menjadi salah satu daya jualnya. Kami juga mengambil banyak foto dari setiap sudutnya untuk dijadikan kenangan.

Untuk makan malam Kami mencoba berjalan kaki ke Burgershack yang tidak jauh dari hotel. Kami memilih maka disini karena jarak tempuhnya yang kurang lebih 1 KM dan juga memiliki rating positif yang tinggi.

HomeMade BurgerShack

Tempat makannya memiliki dinding yang instagrammable, pelayanan stafnya juga sangat ramah dan untuk harga makanan berkisar dari 2$ – 11$. Namun Kami kurang merasa cocok dengan rasa patty-nya yang berasa hambar di lidah.

Karena memang Burgershack lebih disesuaikan untuk lidah orang barat. Dimana olahan daging kurang banyak menggunakan bumbu karena lebih ingin menonjolkan rasa asli dagingnya.

Rating Burgershack : 7.0 / 10.

Dinding Instagrammable Burgershack

Day 2 : Berpetualang Ke Museum

Setelah bangun pagi untuk melihat sunrise di rooftop swimming pool Aquarius Hotel & Urban Resort. Kamipun menikmati All You Can Eat Buffet Breakfast dengan pemandangan langsung ke Kota Phnom Penh.

Selesai breakfast maka Kami menyusun barang dan langsung menuju ke Lavanya Boutique Hotel sebagai hotel kedua Kami. Disini Kami langsung bisa check in sehingga membuat jadwal berjalan sesuai rencana. Tujuan utama Kami di hari kedua ini adalah Choeung Ek Genocidal Center (Killing Field) dan Tuol Sleng Genocide Museum.

Kedua tempat ini menjadi saksi masa kelam yang tidak akan mungkin dilupakan Warga Negara Kamboja ketika masa kepemimpinan Pol Pot Khmer Merah. Pembantaian yang diperkirakan mencapai 3 jutaan korban berlangsung hanya 4 tahun di antara tahun 1975 – 1979.

Oiya, sebelum melakukan perjalanan ke museum kami menyempatkan untuk membeli tiket bus dengan tujuan Siem Reap. Kami menggunakan Sorya Bus sebagai pilihan. Untuk harga tiket hanya dikenakan $7 dari Phnom Penh ke Siem Reap dengan memakan waktu kurang lebih 6 – 7 jam.

Killing Field Choeung Ek Genocidal Center

OTW Ke Killing Field

Menggunakan GRAB Bajaj dari Lavanya Boutique Hotel menuju Choeung Ek Genocidal Center hanya $5. Perjalanannya sendiri membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari hotel tersebut yang berlokasi di pusat kota. Pada saat Kami sampai disana Kami berpapasan datangnya dengan solo traveller wanita bule dengan driver Bajajnya.

Untuk tiket masuk akan dikenakan $3 untuk setiap orang. Jika ingin pemandu berbahasa Inggris untuk lebih detail membahas Killing Field maka Kalian akan dikenakan biaya tambahan. Bisa juga Kalian memilih ditemani dengan bantuan rekaman audio yang akan menggantikan menjelaskan namun juga akan dikenakan biaya tambahan.

Namun Kami memilih untuk berjalan sendiri karena memang dengan melihat dan membaca apa yang ditulis disana,dirasa juga sudah cukup. Masuk ke lokasi ini saja sudah bisa menggambarkan dan membuat Kami bisa merasakan kekejaman yang pernah terjadi tepat disana.

Di Choeung Ek Genocidal Center ada larangan untuk tidak sembarangan mengambil foto jadi memang Kami disini tidak banyak mengambil foto untuk menghormati aturannya. Tempatnya terasa cukup angker dan memang ada nuansa yang mencekam, Kalian akan otomatis bisa merasakannya jika menjejakkan kaki langsung disini.

Karena memang disebutkan setiap harinya ada 300 orang atau bahkan lebih yang dieksekusi secara kejam. Tentu saja korban sama sekali tidak mendapatkan pemakaman yang layak sehingga dikuburkan secara masal sehingga masih dirasakan keangkeran pada museum ini.

Museum Tuol Sleng Genocide

Setelah mengelilingi sekitar 1 jam lebih maka Kami pun langsung menuju ke Tuol Sleng Genocide Museum. Awalnya tempat ini merupakan sekolah yang kemudian dijadikan sebagai tempat penjara interogasi S-21 ini memang terlihat menyeramkan. Bagaimana tidak, alat asli yang digunakan untuk menyiksa dan mengeksekusi pun masih ada disana. Tempatnya memang tidak diubah sama sekali sehingga Kalian akan bisa merasakan situasi dan kondisi pada saat lampau yang menyeramkan.

Untuk museum ini tiket masuknya $5 untuk setiap orang. Disini Kalian juga bisa memilih untuk ditemani dengan Tour Guide atapun rekaman audio dengan biaya tambahan juga tentunya. Letaknya memang di pusat kota sehingga sangat mudah untuk bisa diakses turis.

Ketika sampai disini kami juga berpapasan kembali dengan solo traveller wanita bule yang sudah kami jumpai ketika di Choeung Ek Genocidal Center. Di Tuol Sleng Genocide Museum juga ada aturan untuk tidak mengambil foto maupun merekam, jadi Kami juga tentu saja tidak banyak mengabadikan gambar disini.

Salah Satu Spot Asli Penyiksaan

Lagipula suasana yang horor dan mencekam jelas membuat Kalian tidak merasa sanggup untuk bisa merekam dan mengabadikannya baik dalam bentuk video maupun foto.

Mencicipi Marijuana Pizza di Phnom Penh

Waktu sudah menunjukan mulai sore ketika telah selesai mendatangi 2 spot tersebut. Kami akhirnya memesan GRAB untuk menuju lokasi HAPPY PIZZA yang sangat dekat dari museum. Jadi memang Kami sudah melakukan research terlebih dahulu untuk mencicipi kuliner ini.

Marijuana Pizza

Disana Kami memesan Five Cheese Sandwich dan Medium Meat Lover Pizza plus Marijuana $2 – Kalian bisa menentukan sendiri mau menambahkan berapa dolar.

Rasa yang Kami cicipi terasa seperti sayuran berbau gosong dan terasa sedikit pahit tapi tetap enak karena banyaknya topping keju dan dagingnya. Setelah itu sekitar jam 4an sore Kami berjalan sampai ke daerah ROYAL PALACE.

Di sore itu memang ada banyak warga lokal yang berkumpul karena ada penyembahan dewa. Ramainya pengunjung karena memang langsung disamping Sungai Mekong.

Kami terus berjalan dan bermain dengan banyak burung merpati hingga Kami kelelahan dan mungkin juga karena efek marijuananya. Ketika masih sore Kami menyewa GRAB untuk Kembali ke Lavanya Boutique Hotel.

Pinggir Sungai Mekong

Efek Marijuana Yang Sangat Di Luar Dugaan

Setelah mandi ternyata Kami langsung ketiduran, dimana Kami terbangun di jam 11an malam karena lapar dan telah melewati jam makan malam. Mungkin ini karena efek makan pizza + marijuana sebelumnya.

TIPS : Kami sarankan untuk mencicipi Pizza Marijuana ini ketika sudah malam sebelum tidur. Karena memang akan menimbulkan efek mudah mengantuk dan mager.

Pada malam itu Kami mencoba makan di Gastro Pub juga menyediakan hostel yang masih buka tengah malam, yakni di daerah Pub Street. Disini kami memesan Mac & Cheese Burger, dimana bunnya terbuat dari Mac & Cheese. Meskipun kurang banyak kejunya namun kentang gorengnya enak sehingga rasanya termasuk lumayan.

Masalah mulai datang ketika Kami lupa membayar Gastro Pub menggunakan uang $100 untuk sekaligus dipecahkan, jadi Kami tidak memiliki uang kecil untuk membayar GRAB Bajaj yang kami pesan. Bahkan ketika mencoba berbelanja di minimarket sekitar untuk sekaligus menukar uang juga tidak ada yang memiliki kembaliannya.

Jadi untuk membayar GRAB yang Kami gunakan untuk pulang ke hotel saat itu. Kami terpaksa meminjam uang milik salah satu staff Lavanya Boutique Hotel dan membayarnya besok ketika check out.

TIPS : SELALU SIAPKAN UANG KECIL (PECAHAN) AGAR TIDAK KESULITAN MELAKUKAN PEMBAYARAN KETIKA BERLIBUR DI NEGARA LAIN.

Untuk hari berikutnya mengelilingi kota Phnom Penh Kamboja akan Kami bahas pada artikel selanjutnya. Stay Tuned dan sampai berjumpa lagi pada artikel selanjutnya.

-MAY THE (WORST) HISTORY WILL NOT REPEAT ITSELF-

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas