Pelabuhan di koh rong sanloem sihanoukville

Part 1: Perjalanan Siem Reap Menuju Sihanoukville (Koh Rong Sanloem)

Perjalanan dari Siem Reap menuju Sihanoukville menggunakan sleeping bus ini terasa tragis bagi Kami. Bagaimana tidak, bus yang Kami tumpangi mengalami kendala hanya setelah melakukan perjalanan baru 4 jam saja.

Perjalanan Siem Reap menuju Sihanoukville Kami menjadi tertunda hingga 12 jam dan terpaksa harus dihabiskan hanya dengan tidur di bus saja. Ini memang salah Kami yang tidak mengecek ulang armada bus yang Kami pilih karena Kami kira sudah benar dan tepat. Kami salah memesan armada bus yang kami inginkan.

sleeping bus yang rusak sehingga membuat perjalanan kami terhambat
Sleeping Bus yang mogok 🙁

Kalian tidak salah baca sama sekali. Perjalanan Siem Reap menuju Sihanoukville jam 7 malam keberangkatannya dan seharusnya sampai pukul 7 atau 8 pagi. Namun karena kendala ini akhirnya membuat Kami sampai di Sihanoukville pada jam 5.20 sore hari.

Lalu sialnya lagi dikarenakan pandemi Corona membuat dermaga tutup lebih cepat dengan jadwal penyeberangan yang juga lebih sedikit. Hal ini membuat Kami terpaksa harus menginap satu malam di Sihanoukville.

Setelah sadar Kami akan kehilangan kesempatan menyeberang ke Koh Rong Sanloem membuat Kami langsung menghubungi Sara Sea Resort. Setelah menjelaskan kendala yang Kami hadapi, Sara Sea Resort langsung saja mengatakan tidak masalah bagi Kami untuk mengganti hari menginap.

Lalu Sara Sea Resort juga tidak akan mencharge biaya tambahan lainnya untuk pergantian jadwal menginap ini. Padahal Kami hanya baru memesan satu malam dulu di Sara Sea Resort, tapi pelayanannya bisa sudah sangat memuaskan.

Dibaca artikel kami sebelumnya :

Kami memang sengaja baru memesan satu malam dulu di Sara Sea Resort. Agar Kami bisa menilai kenyamanan kamar maupun pelayanannya baru memutuskan untuk pindah atau tidak. Terima kasih Sara Sea Resort!

Hari Ke-9 Di Sihanoukville

Dengan boat yang sudah tidak tersedia lagi ini maka Kami menginap di hotel yang tepat berada di pinggir dermaganya langsung. Karena hanya untuk tidur semalam saja Kami langsung saja menuju ke hotel yang memiliki kamar seharga $19.

Kami melihat sedang ada pembangunan masif di Sihanoukville. Hal ini terlihat dari banyak gedung bangunan tinggi yang sedang dalam tahapan pembangunan. Sehingga memang masih ada banyak jalan rusak yang sedang dalam perbaikan juga. Disini Kami bisa melihat ada banyak orang RRT berkeliaran dan juga banyak bangunan dengan tulisan Cina menempel.

pemandangan sore hari di pantai sihanoukville
Sihanoukville Port Beach

Di malam harinya Kami hanya berkeliling di sekitar pinggir pantai untuk mencari makan mengisi perut yang keroncongan. Kami mencoba makanan yang dijual warga lokal Kamboja, yakni gorengan lok-lok dan nasi goreng babi.

Di pinggir pantai ada banyak hotel dan restoran yang menjual makanan, namun Kami sengaja memilih yang dekat dengan hotel Kami saja.

Setelah makan malam Kami langsung beristirahat karena sudah sangat lelah dan harus bangun pagi bersiap untuk menyeberang ke Koh Rong Sanloem.

Hari Ke-10 Menuju Koh Ron Sanloem

Kami tidak sempat untuk sarapan sehingga hanya membeli kue coklat dan pai apel saja sembari menunggu speedboat Island Speed Ferry Cambodia untuk menyeberang. Untuk perjalanan ke pulau memakan waktu sekitar 45-60 menit.

Speedboat akan menuju Pulau Koh Rong terlebih dahulu baru menuju ke Pulau Koh Rong Sanloem. Sehingga perjalanan Kami ini memang memakan waktu sekitar 1 jam lebih. Untuk tiket speedboat ini Kami langsung membeli tiket pulang sekaligus.

Namun untuk rute pulang masih belum ditentukan tanggalnya dan tidak masalah hanya jangan sampai hilang saja tiketnya. Karena nanti tidak ada tanda bukti bahwa kamu sudah membeli tiket menyeberang pulang ke Sihanoukville.

Pelabuhan di koh rong sanloem sihanoukville
salah satu dermaga di Teluk Saracen

Sesampainya di Koh Rong Sanloem, Kami pikir Sara Sea Resort terletak tidak jauh dari dermaga. Namun ternyata sudah ada driver perahu kecil yang menunggu Kami di pinggir dermaga.

perjalanan menuju ke hotel sara sea resort
boat dari dermaga menuju hotel

Terima kasih lagi ke Sara Sea Resort untuk pelayanan yang sangat memuaskan ini. Ternyata Sara Sea Resort terletak agak di tengah dari Teluk Saracen. Pelayanan staf Sara Sea Resort sangatlah ramah dan memuaskan.

Pandemi Corona memang begitu berdampak di sektor pariwisata dimana tidak ada banyak orang yang ada di Koh Rong Sanloem. Sehingga ketika Kami datang, pulau ini terasa seakan hanya milik berdua saja. Karena memang kehadiran turis lainnya bisa dihitung pakai jari saja.

Kamar Kami di Sara Sea Resort ini memiliki pemandangan langsung ke laut hanya seharga Rp 424.645 saja di AGODA. Kalau di jaman sebelum pandemi Corona Kami jamin ada banyak turis yang meramaikan Koh Rong Sanloem.

Setelah selesai check in Kami memesan seloyang pizza di Restoran Sara Sea Resort. Untuk makanan dan minuman di pulau sudah pasti cenderung akan lebih mahal.

Karena untuk bahan bakunya sudah jelas diseberangkan dari Sihanoukville menggunakan speedboat. Namun perbedaan harganya tidak terlalu menggila jika dibandingkan dengan di Kota Phnom Penh.

pemandangan dari sara sea resort koh rong sanloem
Dining Room Sara Sea Resort

Menuju LAZY BEACH

Setelah beristirahat sebentar lalu Kami browsing untuk melihat yang bisa dilakukan di Koh Rong Sanloem. Untuk WIFI hanya tersedia di sekitaran hotel dan restoran, jika ke daerah lain maka tidak ada sinyal internet sama sekali. Kemudian Kami bertanya sedikit ke staf hotel untuk arah menuju Lazy Beach.

Lazy Beach terletak di bagian belakang hotel dengan Kami harus melewati HUTAN terlebih dahulu untuk sampai kesana. Di atas jam 5 sore hutan sudah sangat tidak direkomendasikan untuk dilewati karena masih terdapat monyet, ular dan bahkan banteng liar.

perjalanan menuju ke lazy beach koh rong sanloem
di tengah hutan menuju Lazy Beach

Di Koh Rong Sanloem terdapat beberapa pantai terkenal di antaranya yakni Lazy Beach dan Sunset Beach. Namun untuk Sunset Beach terletak lebih jauh dengan medan yang jauh lebih sulit untuk ditempuh. Sehingga Kami memutuskan untuk mengunjungi Lazy Beach.

Perjalanan membelah hutan menuju Lazy Beach sangatlah menarik karena kanan kiri benar masih berupa hutan liar. Memang sebaiknya tetap berada di jalur jangan melenceng karena mungkin saja bisa berbahaya.

Di sepanjang perjalanan sama sekali tidak ada turis lain yang juga menuju ke Lazy Beach. Kami hanya berpapasan dengan 3 orang turis RRT yang menuju kembali pulang ke Teluk Saracen.

Lazy beach koh rong sanloem sihanoukville
RS di Lazy Beach

Ketika Kami sampai di Lazy Beach memang tidak ada seorang pun turis lain, murni hanya ada Kami berdua saja di bibir pantai. Mungkin karena memang ketika datang sedang musim hujan sehingga air sedang pasang dan ombak sangat kencang dan tinggi.

Jadi benar-benar tidak bisa bermalas-malasan main di pinggir Lazy Beach, padahal yang Kami kira ombak pantai yang kecil dan santai.

foto kece ala instagrammers di koh rong sanloem
SM

Bermain Paddle Board

Setelah puas melihat Lazy Beach lalu Kami langsung pulang ke Teluk Saracen karena tidak mau terlalu sore melewati hutan. Kami melihat-lihat ada fasilitas permainan apa saja yang tersedia di sepanjang Teluk Saracen. Rata-rata menawarkan paket yang sama dengan harga berbeda sedikit.

Intinya banyak yang menyediakan jetski, paddle board, kayak, snorkeling, melihat tepi pantai bersinar di malam hari. Padahal sebenarnya Kami mau mencoba bermain kayak tapi yang diambil malah paddle board. Sehingga Kami tetap mencoba memainkan paddle board seharga 10$ selama 1 jam.

Bermain paddle board koh rong sanloem sihanoukville
pertama kali mencoba paddle board

Baru kali ini Kami pertama mencoba memainkan paddle board dan terasa menyenangkan karena harus bisa seimbang kalau tidak akan jatuh ke air. Memang seru jika kita bisa mencoba melakukan hal baru yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

serunya bermain paddle board koh rong sanloem
padahal tadinya mau mencoba kayak

Setelah selesai bermain Kami pun sedikit kelaparan dan mencoba mencicipi Banh Mi. Banh Mi ini merupakan makanan yang terdiri dari roti Baguette yang dibelah memanjang dan di tengahnya diisi dengan daging dan sayuran serta saos. Disini terkadang kita bisa memilih untuk memakan daging ayam, sapi atau bahkan daging babi.

Di Kamboja memang ada banyak yang berjualan makanan dengan menggunakan daging babi. Jadi bagi Kamu yang Muslim tentu saja bisa bertanya dulu sebelum membeli makanan di Kamboja.

Makan Malam Di OneDerz Hostel Restaurant

Di malam hari di pinggir Teluk Saracen semuanya menyediakan barbeque seafood dan makanan lainnya khas lokal maupun barat. Kami mencoba makanan yang disediakan oleh Onederz Hostel Restaurant.

Jenis makanan dan harga yang dipatok juga beragam dan beda sedikit saja. Jadi memang Kamu coba saja makan di tempat yang menarik perhatian Kamu.

indahnya pemandangan malam hari koh rong sanloem sihanoukville
malam hari di depan Sara Sea Resort

Di malam pertama ini Kami memesan ayam goreng tepung dan steak sapi saos jamur. Untuk makanan termasuk enak dan berporsi besar. Kami sangat menikmati makan malam di pinggir pantai ditemani dengan lembutnya semilir angin pantai.

Di semua restoran masing-masing menyetel lagunya masing-masing, jadi tidak heran jika lagunya nanti bertabrakan.

Setelah selesai makan malam Kami langsung kembali ke hotel untuk tidur. Kami menikmati sunrise di keesokan pagi tepat dari depan kamar Kami. Di artikel selanjutnya merupakan cerita hari terakhir Kami di Koh Rong Sanloem. Stay Tuned guys…


-B.E.A.C.H = Best Escape Anyone Can Have-

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
error: Content is protected !!